WASPADALAH JIKA ANDA SUKA MENGISI ULANG BOTOL PLASTIK


Sering kali kita menggunakan bekas botol plastik air mineral, minuman energi dan aneka jenis makanan instan sebagai wadah minum, atau tempat menaruh makanan kita. Bahkan, menggunakannya berkali-kali. Tahukah Anda, ada kemasan tertentu yang tidak boleh digunakan dua kali, bahkan lebih? Hal tersebut, memiliki risiko kesehatan yang sangat berbahaya. Berikut ini adalah lambang dari label, serta penjelasannya yang ada di kemasan botol plastik yang harus Anda perhatikan mulai dari sekarang.
1. PET atau PETE (Polyethylene terephthalate).

Jenis plastik tersebut menandakan bahwa botol yang hanya bisa digunakan sekali pakai saja. Hal ini ditujukan karena mereka memancarkan logam berat Antimoni yang dapat menggangguhormon dalam tubuh.

Logam berat atau metal ini juga bersifat karsinogenik. PET memiliki nomor "1" sebagai kode identifikasi resin.

Antimoni merupakan sejenis unsur kimia dengan simbol Sb dan nombor atom 51. Unsur metaloid berwarna perak ini digunakan untuk membuat cat, seramik, aloi dan semikon­duktor.

2. HDP atau HDPE (High-density polyethylene).

Ini adalah plastik yang bisa dikatakan "baik" atau masih aman dalam pemakaian ulangnya. Menimbulkan sedikit ancaman bagi kesehatan manusia.

HDPE atau polyethylene high-density (PEHD) merupakan termoplastik polietilena yang terbuat dari minyak bumi. Apabila digunakan untuk pembuatan pipa, ini sering disebut "alkathene" atau "polythene".

Dengan tinggi rasio kekuatan massa jenis, HDPE banyak digunakan dalam produksi botol plastik, pipa tahan korosi, geomembranes, dan plastik kayu. HDPE umumnya dapat didaur ulang, dan memiliki nomor "2" sebagai kode identifikasi resin.

3. PVC atau 3V (Polyvinyl chloride).

PVC ini sangat berbabaya jika Anda mendaur ulang atau memakainya secara berulang-ulang. Ia dapat memancarkan kimia beracun yang sangat mempengaruhi hormon dalam tubuh manusia. Karena PVC mengandung tinggi klorin, maka dioxin akan dilepaskan selama pengolahan.

Paparan dioxin inilah yang dapat menyebabkan masalah reproduksi, tumbuh kembang, dan masalah kesehatan lainnya. Dan yang harus Anda ketahui adalah, satu dioxin dapat diklasifikasikan sebagai karsinogen.

Polyvinyl chloride (PVC) merupakan plastik yang tidak berbau dan padat. Umumnya ia memiliki warna dasar putih atau bisa juga kuning. PVC terbuat dari vinil klorida dengan rumus kimianya adalah C2H3Cl.

PVC terdiri dari banyak molekul vinil klorida yang saling berhubungan dan membentuk polimer (C2H3Cl)n. PVC dibuat lebih lembut dan lebih fleksibel dengan penambahan "phthalates". PVC memiliki nomor "3" sebagai kode identifikasi resin.

4. LDPE (Low-density polyethylene).

Jenis plastik ini sering digunakan untuk membuat kantong plastik dan tidak menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan.

Low-density polyethylene (LDPE) merupakan termoplastik yang terbuat dari etilena monomer, yaitu kelas pertama polietilen, yang pertama kali diproduksi pada tahun 1933 oleh Imperial Chemical Industries (ICI) dengan menggunakan proses tekanan tinggi melalui polimerisasi radikal bebas. Dan proses pembuatan tersebut menggunakan metode yang sama sampai hari ini.

United States Environmental Protection Agency (EPA) memperkirakan 5,7% dari produksi LDPE telah didaur ulang. Meskipun ada persaingan yang tinggi dari polimer modern, LDPE tetap menjadi kelas plastik yang penting dan dapat dikatakan masih aman bagi kesehatan. LDPE memiliki nomor "4" sebagai kode identifikasi resin.

5. PP (Polypropylene).

Jenis plastik ini juga tidak menimbulkan banyak risiko kesehatan. Ini adalah plastik yang biasa digunakan untuk kemasan yogurt dan sirup.

Polypropylene (PP) juga dikenal sebagai polypropene, merupakan polimer termoplastik yang digunakan dalam berbagai aplikasi termasuk kemasan dan pelabelan tekstil (misalnya, tali, pakaian termal dan karpet), alat tulis, bagian plastik dan kontainer yang dapat digunakan kembali dari berbagai jenis peralatan laboratorium, pengeras suara, komponen otomotif, dan polimer uang kertas.

Selain terbuat dari propilena monomer, PP umumnya berbentuk kasar dan biasanya resisten terhadap berbagai pelarut kimia, baik basa maupun asam. PP memiliki nomor "5" sebagai kode identifikasi resin.

6. PS (Polystyrene).

Salah satu jenis plastik yang berbahaya lainnya jika didaur ulang adalah Polystyrene. PP atau polystyrene ini dapat memancarkan karsinogen yang dikenal sebagai "Styrene". Plastik jenis ini biasanya digunakan untuk pembungkus makanan dan cangkir kopi. PS memiliki nomor "6" sebagai kode identifikasi resin.

Styrene, juga dikenal sebagai ethenylbenzene, vinylbenzene, dan phenylethene, merupakan senyawa organik dengan rumus kimia C6H5CH = CH2. Styrene adalah turunan dari benzena, yang merupakan cairan berminyak yang tidak berwarna, mudah menguap dan memiliki bau manis, meskipun konsentrasi tinggi memberi bau yang kurang menyenangkan.

7. PC atau tidak ada label (Polycarbonate).

Ini merupakan salah satu yang terburuk bagi wadah daur ulang untuk produk makanan, hal ini disebabkan karena PC mengandung tinggi Bisphenol A (BPA), yang dapat menimbulkan masalah besar pada endokrin kita. PC memiliki nomor "7" sebagai kode identifikasi resin.

Bisphenol A (BPA) merupakan senyawa berbasis karbon sintetik dengan rumus kimia (CH3)2C (C6H4OH)2, yang milik kelompok derivatif difenilmetana dan bisphenols dengan dua kelompok hidroksifenil. Jenis ini tidak berwarna dan padat saat larut dalam pelarut organik, tapi sangat buruk saat larut dalam air.

Jadi, ketika Anda mencari jenis plastik untuk wadah daur ulang minuman maupun makanan, maka label inilah yang harus benar-benar Anda perhatikan. Meskipun beberapa diantaranya ada yang dinyatakan aman bagi kesehatan kita atau tidak memiliki efek buruk yang signifikan, namun ada baiknya jika kita tidak menggunakannya sampai berulang kali.


Sumber: http://log.viva.co.id/frame/read/aHR0cDovL3VyYmFub3VzdGljcy5ibG9nc3BvdC5jb20vMjAxNS8wNS9rZXRhaHVpLWxhYmVsLWFuZ2thLXBhZGEtYm90b2wtcGxhc3Rpay1hbmRhLmh0bWw=  Oleh : Christine Natalia Nainggolanurbanoustics

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment